Andrian Dwi Permana
Mahasiswa Ikip PGRI Semarang
Jurusan bhs dan sastra Indonesia
Semester 5B
Kendal/Jawa Tengah
Cepiring rt 02 rw 04
Pergaulan Bebas bukan Hal yang
Menimbulkan Perilaku Negatif
Masa remaja tidak
bisa dipungkiri oleh hal tentang sesuatu yang barhubungan dengan masanya untuk
menunjukan jatidiri sebagai seorang yang mampu mengikuti perkembangan mode
dijaman sekarang. Namun tidak semua remaja dapat merasakan indahnya dan enaknya
di masa-masa ini. Faktor kondisi, sosial, lingkungan , ekonomi dan bahkan
budaya sebagai salah satu penyebabya. Mereka yang harus menghentikan
kebahagiaan yang seharusnya dia dapatkan. Berbeda dengan mereka yang berusaha
mengikuti modenya, mereka berusaha mendapatkan dan menghalalkan segala cara
untuk memenuhi kebutuhannya. Terkadang dimasa-masa ini rawan terhadap hal baru
yang malah bisa menjerumuskan mereka. Pergaulan bebas yang tidak terkendali
merupakan salah satunya. Terkadang jika mereka salah memilih pertemanan dan
pergaulan mereka akan terjerumus ke hal yang negatif, misalkan, seks bebas,
tawuran, mabuk-mabuk an, dan bahkan bikin onar masyarakat. Itu sebabya mengapa
dikatakan bahwa masa remaja adalah masa yang berapi-api, karena mereka tidak
bisa berfikir kedepan apa akibatnya jika mereka melakukan itu semua dan
dampak kedepannya bagi kariinya serta emosi yang belum
terkendali. mereka hanya bisa baerfikir kepuasan dan kesenangan yang didapat
dengan melakukan itu semua tanpa berfikir panjang untuk bagaimana menciptakan
suatu hal yang baru yang bisa menguntungan dan bermanfaat baginya dan bahkan
masyarakat sekitarnya. Memang diketahui bahwa kondisi emosional mereka kurang
terkendali. Namun tidak semua remaja terjerumus pada dunia ini, ada juga yang
bisa berfikir kedepan dan bisa memilih pelampiasan yang berbau positif sebagi
masa yang berapi-api. Mereka yang mau akan bujukan teman-temannya untuk berbuat
yang tak semestinya dilakukan akan ikut juga pada pelampiasan ekspresi diri
yang berapi-api. Terkadang dalam lingkup pertemanan dapat juga menjerumuskan ketika mereka merasa tidak
enak dan ewoh jika tidak mengikuti teman-temannya untuk berbuat yang tidak
layak. Bujukan-bujukan ini juga merupakan salah satu faktor munculnya masa remaja yang berapi-api. Dia
pengen menunjukan jatidirinya dan seolah-olah tidak berfikir bahwa yang
dilakukannya itu baik atau benar asalkan dia bisa bahagia dengan mode yang
dijalaninya.
Peran orang tua disini perlu
digaris bawahi, karena dengan partisipasi dari mereka yang pengen melihat
anaknya sukses dan tidak terjerumus pada masa berapi api akan memberikan
perhatian lebih dan kontrol bagi si anak. Dengan masukan-masukan,tuntunan dan perhtaian yang diberikan, anak akan mulai mengerti perbuatan mana yang
perlu dilakukannya, dia bisa membedakan baik dan buruknya tentang suatu hal
yang dialaminya di lingkungan luar, meskipaun terkadang seorang anak tidak
nyaman untuk berada dilingkungan rumah dan masih saja menekuni perbuatannya
sebagi masa remaja yang tidak mau dikatakan sebagai anak rumahan dan anak
manja. Hal demikian yang biasanya membuat oarang tua harus bekerja keras untuk
mengontrol si anak, walaupun tidak bisa maksimal, namun usaha itulah yang sudah
dilakukan. Memang kondisi kejiwaan anak itu berbeda-beda, ada yang mudah
berubah dan ada juga yang mau menuruti untuk perubahan baik baginya. Itulah
masa remaja sekarang ini. Mereka tidak bisa dikekang dan mereka hanya ingin melakukan hal-hal yang menurutnya baik bagi
kehidupannya. Namun lama-kelamaan masa remaja yang berapi-api ini tidak akan
bertahan lama setelah mereka dapat berfikir kedepan dan kedewasaan mereka
muncul.
Biasanya
pergaulan bebas digambarkan oleh suatu peristiwa yang menimbulkan keresahan
bagi masyarakat sekitar, contohnya; hamil diluar nikah,...sering orang
berstetment bahwa itu terjadi karena adanya pergaulan bebas yang tidak
terkendali, padahal jika orang paham, tidak semua pergaulan bebas bukan salah
satu penyebabnya, mengapa dikatakn demikian, karena pelaku hamil diluar nikah
itu tidak bisa menmpatkan mana hal yang perlu dilakukan dan mana hal yang tidak
perlu untuk dilakukan, dan biasanya orang yang hamil diluar nikah itu justru
mereka-mereka yang tidak mengenal apa-apa tentang dunia luar, sehingga ketika
dia menerima dan dibujuk untuk hal yang negatif mereka langsung terjerumus dan
melakukan hal yang negatif tersebut. Padahal dengan kita bergaul dengan
siapapun dan asalkan kita bisa menempatkan pergaulan itu baik buat kedepan
kita, mengapa kita tidak lakukan, dan pergaulan yang banyak inilah yang
dimaksud dengan pergaulan bebas. Bebas untuk memilih teman yang menrutnya baik
untuk dijadikan teman, bebas melakukan apa saja asalkan mengikuti aturan-aturan
yang baik pula. Jadi tidak memandang sebelah mata saja saat berbicara tentang
pergaulan bebas.
Banyak
manfaat yang kita dapatkan jika bergaul
dan bisa menempatkan posisi kita serta
tidak terjerumus dengan hal yang negatif, sebagai contohnya tidak hanya
pertemanan dan sosialisasi tapi juga persahabatan dan bantuan dari hubungan
yang erat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas ini. Percayalah, bila kita bisa
menempatkan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk, pasti kita tidak akan
terjerumus pada hal yang negatif itu. Jadi intinya pergaulan bebas tidak semuanya benar jika
menimbulkan hal-hal yang negatif, tapi justru jaringan dan pertemanan yang kita
dapatkan jika kita melakukan pergaulan bebas, namun dengan syarat jika kita
bisa menempatkan pergaulan yang baik dan pergaulan yang buruk.
artikel ini snagt bermanfaat sekali bagi saya terutama karena tjuan yang akan diharapka yaitu memberikangambaran singkat tentang dunia remaja masa kini,,,saya juga dapat mengetahui lebih banyak tentang dampak dan antisipasi yang akan saya lakukan jika bergaul bebas. bergaul bebas maksutnya disini yaitu dapat menempatkan mana yang baik dan mana yang buruk.
BalasHapus