artikel rian
Rabu, 01 Februari 2012
artikel rian: kegagalan bukan segalanya sebgai motivasi
artikel rian: kegagalan bukan segalanya sebgai motivasi: “Kegagalan bukan Segalanya sebagai Motivasi Hidup” Di kehidupan yang semakin keras dan perjuangan untuk menjalaninyapun sema...
kegagalan bukan segalanya sebgai motivasi
“Kegagalan bukan Segalanya sebagai Motivasi Hidup”
Di kehidupan yang semakin keras dan perjuangan untuk menjalaninyapun semakin berat, memaksa setiap orang menjadi manusia yang tangguh dan kuat dalam mencari kehidupan yang sesungguhnya. Ketangguahan yang dapat menciptakan sebuah motivasi yang beragam. Terkadang orang merasa lemah dan semakin tertindas jika dia merasa tidak mampu bersaing dengan perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan. Hal inilah yang menimbulkan ketidakmampuan seseorang berfikir bagaimana dan dengan cara seperti apa itu semua dapat terselesaikan. Kegagalan yang selalu melanda setiap orang dalam memaksimalkan sesuatu hal yang ingin dia capai dan dia dambakan. Memang dalam kerja keras tidak terlepas dengan suatu kegagalan yang mungkin didapatnya, namun apakah kegagalan ini dapat dikatakan sebagai motivasi?????. Pada dasarnya apabila dilihat dari kerja keras yang dilakukan setiap orang tersebut sudah dapat diukur bagaimana kelanjutannya dan bagaimana hasilnya. Memang slogan kegagalan itu awal dari keberhasilan dapat diterima bagi pribadi seseorang. Namun yang menjadi permasalahannya disini, apakah dengan kegagalan ini seseorang akan berhenti dan tidak lagi melanjutkan perjuangannya untuk dapat mencapai sesuatu hal yang diharapkan. Tentunya itu tergantung dari pribadi dan pemikiran orang sendiri. Banyak kasus-kasus yang sering dijumpai, ketika seseorang tidak lagi mampu mendapatkan sesuatu hal yang diinginkannya, di lantas mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dan lain-lain. Dengan hal semacam ini,apakah kita masih dapat mengatakan bahwa kegagalan merupakan awal keberhasilan?, tentunya jika kita berbicara tentang hal itu, kita dapat melihat dalam suatu wadah tentang konteks dan tergantung dari kondisi, situasi yang dihadapi.
Banyak karakter yang berbeda-beda yang dimiliki oleh setiap orang. Karakter inilah yang dapat menjawab keberhasilan kita dalam mencapai sesuatu. Apakah seorang yang lemah akan menjadi semakin lemah jika dia memandang kegagalan sebagai awal kehancuran, atau malah dia semakin berhasil dan sukses dengan suatu hal yang dia harapkan karena dia memandang kegagalan sebagai awal dari keberhasilan. Jika berbicara tentang kegagalan lebih dalam lagi, tentunya tidak terlepas dengan adanya peran motivasi dan dukungan yang nantinya akan mengantarkan kegagalan ini menuju keberhasilan. Kegagalan itu sendiri merupakan suatu hal yang dapat dikatakan sebagai halangan dalam mencapai sesuatu keinginan dalam hidup. Kegagalan dapat berwujud dan beraneka ragam bentuk dan macamnya, tergantung dari keinginan yang akan diharapkan. Mengapa dari awal dibicarakan kegagalan perlu adanya motivasi dan dukungan yang diberikan untuk merubah kegagalan menjadi keberhasilan, karena tanpa adanya motivasi dan dukungan yang diberikan tersebut kegagalan akan secara riel menjadi sebuah kehancuaran bagi seseorang yang ingin mencapai harapan yang dia inginkan dalam hidup. Dari motivasi inilah yang mengajak seseorang untuk terus bertahan dan melanjutkan perjuangannya mencapai keinginan yang diharapkan. Hal inilah yang dapat dikatakan sebagai kegagalan bukan selamanya sebagai motifasidalam hidup.
Sabtu, 14 Januari 2012
artikel rian: kejujuran dan keiklasan yang mulai jarang dijumpai...
artikel rian: kejujuran dan keiklasan yang mulai jarang dijumpai...: “Kejujuran dan Keiklasan yang Mulai Jarang ditemukan di Zaman Sekarang Ini” Nama : Andrian Dwi Permana Pekerjaan :...
artikel rian: Pergaulan bebas tidak selamanya dianggap negatif
artikel rian: Pergaulan bebas tidak selamanya dianggap negatif: Andrian Dwi Permana Mahasiswa Ikip PGRI Semarang Jurusan bhs dan sastra Indonesia Semester 5B Kendal/Jawa Tengah Cepiring rt 02...
artikel rian: kejujuran dan keiklasan yang mulai jarang dijumpai...
artikel rian: kejujuran dan keiklasan yang mulai jarang dijumpai...: “Kejujuran dan Keiklasan yang Mulai Jarang ditemukan di Zaman Sekarang Ini” Nama : Andrian Dwi Permana Pekerjaan :...
Pergaulan bebas tidak selamanya dianggap negatif
Andrian Dwi Permana
Mahasiswa Ikip PGRI Semarang
Jurusan bhs dan sastra Indonesia
Semester 5B
Kendal/Jawa Tengah
Cepiring rt 02 rw 04
Pergaulan Bebas bukan Hal yang
Menimbulkan Perilaku Negatif
Masa remaja tidak
bisa dipungkiri oleh hal tentang sesuatu yang barhubungan dengan masanya untuk
menunjukan jatidiri sebagai seorang yang mampu mengikuti perkembangan mode
dijaman sekarang. Namun tidak semua remaja dapat merasakan indahnya dan enaknya
di masa-masa ini. Faktor kondisi, sosial, lingkungan , ekonomi dan bahkan
budaya sebagai salah satu penyebabya. Mereka yang harus menghentikan
kebahagiaan yang seharusnya dia dapatkan. Berbeda dengan mereka yang berusaha
mengikuti modenya, mereka berusaha mendapatkan dan menghalalkan segala cara
untuk memenuhi kebutuhannya. Terkadang dimasa-masa ini rawan terhadap hal baru
yang malah bisa menjerumuskan mereka. Pergaulan bebas yang tidak terkendali
merupakan salah satunya. Terkadang jika mereka salah memilih pertemanan dan
pergaulan mereka akan terjerumus ke hal yang negatif, misalkan, seks bebas,
tawuran, mabuk-mabuk an, dan bahkan bikin onar masyarakat. Itu sebabya mengapa
dikatakan bahwa masa remaja adalah masa yang berapi-api, karena mereka tidak
bisa berfikir kedepan apa akibatnya jika mereka melakukan itu semua dan
dampak kedepannya bagi kariinya serta emosi yang belum
terkendali. mereka hanya bisa baerfikir kepuasan dan kesenangan yang didapat
dengan melakukan itu semua tanpa berfikir panjang untuk bagaimana menciptakan
suatu hal yang baru yang bisa menguntungan dan bermanfaat baginya dan bahkan
masyarakat sekitarnya. Memang diketahui bahwa kondisi emosional mereka kurang
terkendali. Namun tidak semua remaja terjerumus pada dunia ini, ada juga yang
bisa berfikir kedepan dan bisa memilih pelampiasan yang berbau positif sebagi
masa yang berapi-api. Mereka yang mau akan bujukan teman-temannya untuk berbuat
yang tak semestinya dilakukan akan ikut juga pada pelampiasan ekspresi diri
yang berapi-api. Terkadang dalam lingkup pertemanan dapat juga menjerumuskan ketika mereka merasa tidak
enak dan ewoh jika tidak mengikuti teman-temannya untuk berbuat yang tidak
layak. Bujukan-bujukan ini juga merupakan salah satu faktor munculnya masa remaja yang berapi-api. Dia
pengen menunjukan jatidirinya dan seolah-olah tidak berfikir bahwa yang
dilakukannya itu baik atau benar asalkan dia bisa bahagia dengan mode yang
dijalaninya.
Peran orang tua disini perlu
digaris bawahi, karena dengan partisipasi dari mereka yang pengen melihat
anaknya sukses dan tidak terjerumus pada masa berapi api akan memberikan
perhatian lebih dan kontrol bagi si anak. Dengan masukan-masukan,tuntunan dan perhtaian yang diberikan, anak akan mulai mengerti perbuatan mana yang
perlu dilakukannya, dia bisa membedakan baik dan buruknya tentang suatu hal
yang dialaminya di lingkungan luar, meskipaun terkadang seorang anak tidak
nyaman untuk berada dilingkungan rumah dan masih saja menekuni perbuatannya
sebagi masa remaja yang tidak mau dikatakan sebagai anak rumahan dan anak
manja. Hal demikian yang biasanya membuat oarang tua harus bekerja keras untuk
mengontrol si anak, walaupun tidak bisa maksimal, namun usaha itulah yang sudah
dilakukan. Memang kondisi kejiwaan anak itu berbeda-beda, ada yang mudah
berubah dan ada juga yang mau menuruti untuk perubahan baik baginya. Itulah
masa remaja sekarang ini. Mereka tidak bisa dikekang dan mereka hanya ingin melakukan hal-hal yang menurutnya baik bagi
kehidupannya. Namun lama-kelamaan masa remaja yang berapi-api ini tidak akan
bertahan lama setelah mereka dapat berfikir kedepan dan kedewasaan mereka
muncul.
Biasanya
pergaulan bebas digambarkan oleh suatu peristiwa yang menimbulkan keresahan
bagi masyarakat sekitar, contohnya; hamil diluar nikah,...sering orang
berstetment bahwa itu terjadi karena adanya pergaulan bebas yang tidak
terkendali, padahal jika orang paham, tidak semua pergaulan bebas bukan salah
satu penyebabnya, mengapa dikatakn demikian, karena pelaku hamil diluar nikah
itu tidak bisa menmpatkan mana hal yang perlu dilakukan dan mana hal yang tidak
perlu untuk dilakukan, dan biasanya orang yang hamil diluar nikah itu justru
mereka-mereka yang tidak mengenal apa-apa tentang dunia luar, sehingga ketika
dia menerima dan dibujuk untuk hal yang negatif mereka langsung terjerumus dan
melakukan hal yang negatif tersebut. Padahal dengan kita bergaul dengan
siapapun dan asalkan kita bisa menempatkan pergaulan itu baik buat kedepan
kita, mengapa kita tidak lakukan, dan pergaulan yang banyak inilah yang
dimaksud dengan pergaulan bebas. Bebas untuk memilih teman yang menrutnya baik
untuk dijadikan teman, bebas melakukan apa saja asalkan mengikuti aturan-aturan
yang baik pula. Jadi tidak memandang sebelah mata saja saat berbicara tentang
pergaulan bebas.
Banyak
manfaat yang kita dapatkan jika bergaul
dan bisa menempatkan posisi kita serta
tidak terjerumus dengan hal yang negatif, sebagai contohnya tidak hanya
pertemanan dan sosialisasi tapi juga persahabatan dan bantuan dari hubungan
yang erat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas ini. Percayalah, bila kita bisa
menempatkan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk, pasti kita tidak akan
terjerumus pada hal yang negatif itu. Jadi intinya pergaulan bebas tidak semuanya benar jika
menimbulkan hal-hal yang negatif, tapi justru jaringan dan pertemanan yang kita
dapatkan jika kita melakukan pergaulan bebas, namun dengan syarat jika kita
bisa menempatkan pergaulan yang baik dan pergaulan yang buruk.
Kamis, 12 Januari 2012
kejujuran dan keiklasan yang mulai jarang dijumpai
“Kejujuran dan Keiklasan yang Mulai Jarang ditemukan di Zaman Sekarang Ini”
Nama : Andrian Dwi Permana
Pekerjaan : Mahasiswa Semester Lima IKIP PGRI Semarang (PBSI)
Alamat : Desa Cepiring Rt2, Rw 4 Kendal
No HP : 083842752098
Menemukan orang yang jujur dan ikhlas di zaman sekarang ini memang jarang atau bahkan sulit dijumpai, karena bisa dibilang orang yang jujur dan ikhlas itu mulai terkikis dengan keberadaan orang yang tidak jujur yang semakin banyaknya. Dalam artian orang yang jujur lebih sedikit daripada orang yang tidak jujur dan iklas. Mengapa bisa dikatakan demikian, karena dalam kenyataannya saja, sering seseorang yang berbuat baik terhadap orang lain tetapi dia berniat mengharapkan imbalan atas perbuatannya itu. Itu bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak ikhlas dalam tolong menolong. Memang secara tidak sengaja atau bahkan tidak terlalu diperhatikan orang, namun dalam buktinya orang yang menolong tersebut secara implisit mengharapkan imbalan yaitu berupa pujian dan berharap dia bisa menjadi pedoman baik bagi orang lainnya. Hal inilah yang bisa dibilang berbuat baik tapi pamrih. Masih tidak percaya???, mari coba kita tengok ketika seseorang berbicara bahwa dia baru saja berbuat baik kepada seseorang dan dia bercerita banyak tentang perbuatan baik yang baru saja dialaminya. Padahal apabila dia iklhas untuk menolong seseorang yang membutuhkan, dia tidak perlu bercerita kepada orang lain bahwa dia baru saja menolong seseorang yang sedang membutuhkan. Itu sama saja dia pamer terhadap keiklasan hatinya. Memang pada dasarnya dia benar-benar menolong orang, namun yang jadi permasalahannya disini mengapa dia tidak bisa menekan pembicaraan bahwa dia sudah berbuat baik dan malah bercerita banyak terhadap orang lain atas perbuatan dermawannya. Padahal jika dia tidak bercerita saja, namun apabila orang dapat melihat perbuatan baik yang dilakukan kita, itu merupakan pembelajaran yang mungkin menjadi pembelajaran baik bagi orang yang melihat tersebut. Pastinya jika orang tersebut memiliki jiwa sosial yang tinggi, hatinya akan terketuk dan bahkan bisa menirunya. Itulah mengapa kita perlu belajar dari permasalahan yang selama ini dianggap sepele namun bisa menjadi pengalaman yang menakjubkan.
Di dalam Al quran saja sudah diajarkan tentang belajar peduli antara sesama. Dari situlah juga disebutkan bahwa jika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh melihatnya. Kita bisa belajar dari pengalaman kita selama ini. Terkadang memang sulit untuk melakukan perbuatan yang baik tapi tanpa apresisai yang diberikan dari orang lain. Kita pastinya mengaharapkan apa yang kita lakukan bisa menjadi berguna dan berkesan bagi semua orang yang membutuhkan bantuan. Maka dari itu kita juga perlu belajar tentang arti keiklasan, agar apa yang kita cita-citakan selama ini atas perbuatan baik yang kita lakukan bisa menjadi amal ibadah di kelak nantinya.
Setiap orang tentunya memilki kepedulian yang tinggi dalam hal tolong-menolong. Tidak terlebih di zaman sekarang ini yang masih banyak orang berlomba-lomba untuk beramal dan berbuat baik antara sesamanya. Namun terkadang hal inilah yang mendorong timbulnya rasa ketidak jujuran dan keiklasan. Dapat dicontohkan saja pada sebuah kasus di bulan suci ramadhan dan idul fitri yang merupakan bulan suci yang penuh berkah bagi umat muslim diseluruh dunia. Umat muslim berlomba-lomba memanfaatkan moment ini untuk beramal sebanyak-banyaknya kepada orang yang membutuhkan. Memang jika dilihat dari rasa sosialnya mereka mempunyai jiwa tolong menolong yang tinggi dan rasa kemanusiaan yang tinggi, namun terkadang mereka kurang menyadari atas perbuatan yang mereka lakukan. Dalam artian mereka mengiginkan agar bantuan yang diberikan itu akan dibagikan oleh orang itu sendiri, bukan dipercayakan kepada panitia bantuan atau lembaga apa sajalah yang mengurusi tentang segala bantuan. Secara tidak langsung mereka ingin pamer atas perbuatan baik yang mereka lakukan kepada orang lain. Mungkin orang ini merasa dirinya sebagai dewa penolong bagi semua orang. Semua orang dikumpulkan, menunggu dan berdesak-desakan sampai menimbulkan kematian hanya untuk menerima sumbangan yang akan diberikan oleh dewa penolong. Padahal jika mereka (sang pemberi bantuan)itu sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya itu tergolong perbuatan yang pamrih dan sombong, mungkin dia tidak akan melakukannya, apalagi sampai menimbulkan kematian. Nah,,dengan kasus seperti ini kita dapat menggarisbawahi bahwa perbuatan baik tidak selamanya bisa menimbulkan rasa keikhlasan.
Beda lagi dengan kejujuran yang mulai hilang di zaman sekarang ini. Sulit jika orang yang sudah terbiasa hidup tidak jujur dari kecil untuk bisa berbuat jujur nantinya disegala hal. Banyak kasus yang sering kita jumpai ketika seseorang berbuat tidak jujur. Misalkan saja pada kasus ketika kita makan atau jajan disuatu tempat, sering kita mendengar ketika orang yang jajan tersebut mulai melakukan perhitungan kepada sang penjual. Padahal jelas-jelas dia makan gorengan lima, tapi dia bilang kepada penjual itu telah makan gorengan tiga. Nah,,,apakah itu bisa dikatakan jujur????. Adalagi kasus lain yang sulit dihilangkan di negri tercinta ini, yaitu kasus praktek korupsi yang dilakukan oknum pejabat-pejabat pemerintahan. Mereka malah secara terang-terangan melakukana hal seperti itu, padahal dia sendiri juga tahu bahwa perbuatan yang mereka lakukan tidak benar dan salah yang mungkin nantinya bisa membahayakan mereka sendiri, yaitu jika perbuatan yang selama ini mereka lakukan diketahui bahwa mereka korupsi, maka penjara yang akan mereka dapatkan, atau bahkan mereka akan mempertanggung jawabkan itu semua diakhirat kelak nantinya.
Dengan berbagai macam kasus yang ada diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya perbuatan baik itu masih ada, namun perbuatan baik itu tidak selamanya bertumpu pada rasa keiklasan. Itu sebabnya mengapa dapat dikatakan bahwa rasa keiklasan dizaman sekarang ini sudah mulai luntur dan jarang dijumpai.
Langganan:
Postingan (Atom)